Salah satu upaya mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan tersebut adalah melalui program Sekolah Siaga Kependudukan. SSK tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi yang peduli terhadap masa depan bangsa. SSK bukan sekadar program pendidikan formal. Ini adalah gerakan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga keluarga. Melalui SSK, diharapkan tercipta generasi muda yang memiliki sikap dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap masa depan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sehingga nantinya menjadi generasi pemenang.
Program SSK tidak hanya berfokus pada isu-isu kependudukan semata, didalamnya juga terdapat berbagai bentuk edukasi terkait Keluarga Berencana (KB), kesehatan reproduksi, pendidikan, bullying, kesehatan mental, pertumbuhan dan jumlah penduduk, pernikahan dini, penduduk usia remaja, penduduk usia produktif, penduduk lanjut usia, urbanisasi dan perkembangan perkotaan, makanan sehat, narkotika, ATM (Aids, Tuberkolosis, Malaria) dan pemberdayaan ekonomi. Kompleksnya permasalahan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat seperti kemiskinan, perkawinan di bawah umur, disharmoni keluarga, Lesbian Gay Bi Seksual dan Transgender (LGBT), Childfree, stunting dan kerusakan lingkungan, pendidikan menjadi peran yang semakin penting.
Secara psikologi, mereka di usia remaja masih pada tahap mencari jati diri serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, ditambah kurang mendapat perhatian orangtuanya atau diluar pengawasan orangtua bisa jadi mereka berbuat nekat tanpa mempertimbangkan segala resiko negatif yang mungkin ada. Pergaulan bebas sudah diangap sebagai trend masa kini oleh sebagian remaja. Menggunakan embel embel “gak mabok ga keren, gak ngrokok ga keren, ga having sexs gak keren”. Maka dari itu, sangat penting bagi remaja sekarang memilih dan memilah lingkungkan pergaulan mereka agar tidak terjerumus ke pergaulan bebas. Selain itu, pendampingan dari orangtua dan sekolah sangatlah penting. Peran orangtua diharapkan memberikan pengawasan terhadap anak secara lebih bijak ketika melakukan aktivitasnya serta mengajak anak untuk berbicara/berkomunikasi.
Penerapan Sekolah Siaga Kependudukan di beberapa sekolah salah satunya dengan menyediakan pojok kependudukan. Pojok kependudukan merupakan sarana penunjang aktivitas pembelajaran pendidikan kependudukan yang menyediakan berbagai informasi dan literatur mengenai pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana bagi peserta didik dan pendidik. Murid bisa mengakses berbagai pengetahuan tentang kependudukan yang disediakan, hal tersebut tentunya memberikan manfaat pengetahuan kepada para siswa. SSK juga bisa diterapkan bersamaan dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) atau juga bisa diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Penerapan lain yaitu fasilitasi lomba sebagai wadah untuk murid mengekspresikan diri dan upaya mengalihkan pada kegiatan yang positif. SSK juga mengintegrasikan ke mata pelajaran supaya mereka tetap dapat mempelajari kependudukan dari berbagai hal lain, misalnya mengintegrasikan materi kependudukan di mata pelajaran matematika. Dalam mata pelajaran matematika tersebut, diberikan soal terkait arahan untuk membuat grafik terkait jumlah pertumbuhan penduduk.